
Benar Gak Sih? Fakta Seputar Baterai Smartphone
Benar Gak Sih? Fakta Seputar Baterai Smartphone Yang Sebaiknya Kalian Pahami Dengan Berbagai Mitos-Mitos Yang Ada. Hal ini sebenarnya tidak sepenuhnya benar, melainkan berakar dari kondisi teknologi lama yang memang rentan terhadap masalah overcharge. Pada ponsel modern, sudah ada sistem manajemen baterai atau Battery Management System (BMS). Karena yang mampu memutus aliran listrik ketika baterai sudah penuh. Sehingga tidak ada lagi risiko ponsel terus di paksa menerima arus setelah mencapai 100% terkait dari Benar Gak Sih.
Akan tetapi, hal yang tetap perlu di pahami adalah sifat alami baterai lithium-ion itu sendiri. Tentunya di mana faktor utama yang mempercepat penuaan adalah suhu yang tinggi. Dan juga kondisi baterai yang terus-menerus berada di level penuh. Serta jumlah siklus pengisian penuh yang dilakukan berulang-ulang. Saat ponsel di biarkan terhubung dengan charger semalaman. Namun biasanya terjadi proses trickle charge atau top-up kecil ketika daya turun dari 100% ke 99%. Lalu kembali di isi ke penuh. Polanya tidak langsung merusak baterai terkait dari Benar Gak Sih.
4 Hal Penting Soal Baterai HP: Mitos Vs Fakta Yang Harus Di Pahami
Kemudian juga masih membahas 4 Hal Penting Soal Baterai HP: Mitos Vs Fakta Yang Harus Di Pahami. Dan mitos lainnya adalah:
Mitos: Harus Tunggu Baterai 0 Persen Dulu Sebelum Di Cas
Hal ini adalah salah kaprah yang berasal dari era baterai lama berbasis nikel-kadmium (NiCd) atau nikel-metal hidrida (NiMH). Pada jenis baterai tersebut memang ada fenomena yang disebut memory effect. Terlebihnya di mana kapasitas baterai bisa “berkurang” jika di isi sebelum benar-benar kosong. Namun, baterai ponsel modern sudah menggunakan teknologi lithium-ion. Tentu yang tidak mengalami memory effect. Sehingga tidak ada keharusan menunggu baterai habis total sebelum melakukan pengisian daya. Justru, kebiasaan mengosongkan baterai hingga 0 persen secara berulang. Maka nantinya bisa mempercepat kerusakan karena baterai lithium-ion. Karena yang tidak di rancang untuk sering berada dalam kondisi kosong penuh. Secara teknis, baterai lithium-ion lebih sehat jika di jaga pada level menengah. Misalnya antara 20 hingga 80 persen.
Terbukti Salah! Kebiasaan Yang Di Kira Justru Merusak Baterai HP
Selain itu, masih membahas Terbukti Salah! Kebiasaan Yang Di Kira Justru Merusak Baterai HP. Dan mitos lainnya adalah:
Mitos: Hanya Boleh Pakai Charger Bawaan
Mitos yang menyebut bahwa ponsel hanya boleh di isi menggunakan charger bawaan sebenarnya tidak sepenuhnya benar. meskipun ada alasan mengapa banyak orang meyakininya. Pada awalnya, charger bawaan memang di anggap paling aman. Karena yang memang sengaja dan telah di rancang sesuai dengan spesifikasi tegangan, arus. Serta juga dengan teknologi baterai ponsel tersebut. Namun, seiring berkembangnya teknologi pengisian daya. Namun kini banyak charger pihak ketiga yang sudah mendukung standar internasional seperti USB Power Delivery (USB-PD). Ataupun Qualcomm Quick Charge. Charger yang mengikuti standar resmi tersebut. Tentu yang aman di gunakan meskipun bukan bawaan pabrik. Namun asalkan benar-benar bersertifikasi dan berkualitas. Fakta yang sering di abaikan adalah risiko bukan terletak pada “bukan bawaan”. Dan juga melainkan pada kualitas charger.
Terbukti Salah! Kebiasaan Yang Di Kira Justru Merusak Baterai HP Dan Cuman Mitos
Selanjutnya juga masih membahas Terbukti Salah! Kebiasaan Yang Di Kira Justru Merusak Baterai HP Dan Cuman Mitos. Dan mitos lainnya adalah:
Mitos: Jangan Pakai HP Sambil Di Cas
Hal ini sering membuat banyak orang khawatir, seakan-akan hal tersebut bisa langsung merusak baterai. Ataupun bahkan membahayakan pengguna. Faktanya, menggunakan ponsel sambil di isi daya tidak serta-merta merusak baterai. Karena sistem manajemen daya di ponsel modern sudah di rancang untuk mengatur aliran listrik dengan aman. Saat ponsel di pakai sambil di cas. Dan energi dari charger akan langsung di salurkan ke perangkat untuk menjalankan fungsi ponsel. Sementara sisanya tetap mengisi baterai. Hal ini berarti baterai tidak d ipaksa bekerja ganda seperti yang banyak di yakini. Namun, yang perlu di perhatikan adalah efek samping berupa peningkatan suhu terkait dari Benar Gak Sih.