Tim gabungan dari Subdit Umum Jatanras Polda Metro Jaya dan Jatanras Polda DIY berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang di sertai penembakan terhadap warga di Palmerah, Jakarta Barat. Pengungkapan ini menandai keberhasilan aparat kepolisian dalam menindak aksi kriminal bersenjata yang meresahkan masyarakat. Tiga orang tersangka berhasil di amankan setelah melakukan serangkaian aksi kejahatan di beberapa lokasi berbeda.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena modus operandi para pelaku tidak hanya terbatas pada pencurian, tetapi juga melibatkan kekerasan dengan penggunaan senjata api. Korban mengalami luka-luka akibat tembakan yang di lepaskan pelaku ketika aksinya di ketahui warga sekitar. Penanganan kasus ini menegaskan pentingnya koordinasi antar kepolisian di berbagai wilayah untuk memburu pelaku kejahatan lintas daerah.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan lebih mendalam dengan memeriksa saksi, meninjau rekaman CCTV, dan melacak jejak para pelaku di lokasi kejadian. Pendekatan cepat dan sistematis ini memungkinkan aparat kepolisian mengidentifikasi peran masing-masing tersangka serta mengumpulkan bukti yang cukup untuk penahanan. Langkah-langkah yang di ambil polisi juga bertujuan mencegah pelaku melakukan aksi serupa di kemudian hari dan memberikan rasa aman bagi masyarakat setempat.
Modus Operandi Pelaku dan Kronologi Kejadian
Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, menjelaskan bahwa aksi pelaku berawal dari pencarian sepeda motor yang terparkir di kawasan Palmerah. Pelaku menggunakan sepeda motor untuk berkeliling dan mencari sasaran. Setelah menemukan kendaraan yang di incar, pelaku merusak lubang kunci menggunakan kunci letter T dan langsung membawa kabur motor tersebut.
Peristiwa penembakan terjadi pada Rabu, 7 Januari 2026, sekitar pukul 08.20 WIB, di Jalan Andong II Nomor 5, RT 05/RW 06, Kota Bambu Selatan, Palmerah. Saat korban menyadari motornya di ambil, warga sekitar berusaha mengejar pelaku. Namun, pelaku menembakkan senjata api rakitan sebanyak tiga kali ke arah warga, mengakibatkan salah satu korban mengalami luka pada kaki. Setelah itu, pelaku melarikan diri dari lokasi.
Abdul Rahim menambahkan bahwa dalam satu hari, para pelaku melakukan aksi curanmor di lima lokasi berbeda. Wilayah operasinya mencakup Palmerah dan Grogol Petamburan di Jakarta Barat, serta Duren Sawit di Jakarta Timur. Tindakan mereka menimbulkan kepanikan di masyarakat karena tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga mengancam keselamatan warga secara langsung.
Penangkapan Tersangka dan Peran Masing-Masing
Selanjutnya, pada Sabtu, 10 Januari 2026 dini hari, tersangka ketiga bernama Robi Candra di tangkap di kawasan Cimahi Tengah, Jawa Barat. Ketiga pelaku kemudian di bawa ke Subdit Umum Jatanras Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Abdul Rahim menjelaskan bahwa peran masing-masing tersangka berbeda. Vebran bertindak sebagai joki dan juga pelaku penembakan terhadap korban, sementara Robi berperan sebagai pemetik motor. Peran Agan Andriansyah lebih terkait koordinasi dan membantu kelancaran aksi pencurian. Penetapan peran ini memudahkan polisi dalam membongkar struktur aksi kejahatan dan mengantisipasi kemungkinan pelaku lain yang beroperasi di wilayah berbeda.
Barang Bukti yang di Amankan
Dari hasil pengungkapan, polisi menyita sejumlah barang bukti yang mendukung proses hukum terhadap para tersangka. Barang bukti yang di amankan antara lain dua pucuk senjata api rakitan, 12 butir peluru, satu set kunci letter T beserta 15 anak kuncinya, tujuh unit sepeda motor hasil kejahatan, pakaian yang di gunakan saat beraksi, dan rekaman CCTV dari lokasi kejadian.
Penyitaan barang bukti ini menjadi bagian penting dalam membangun kasus terhadap tersangka. Selain menunjukkan bukti fisik yang mendukung pasal yang di jeratkan, barang bukti juga membantu kepolisian menganalisis modus operandi pelaku dan pola kejahatan yang di lakukan. Dengan data yang lengkap, polisi bisa mencegah tindakan serupa di masa mendatang.
Selain itu, rekaman CCTV berperan penting untuk mengonfirmasi identitas tersangka dan kronologi peristiwa. Pihak kepolisian berharap bukti-bukti ini akan memperkuat dakwaan saat kasus di bawa ke pengadilan. Seiring itu, publik juga bisa mendapatkan gambaran jelas mengenai aksi pelaku tanpa menimbulkan spekulasi yang salah.
Tindak Lanjut dan Pencegahan Kejahatan
Tindak Lanjut dan Pencegahan Kejahatan menjadi fokus utama polisi pasca-penangkapan para pelaku curanmor bersenjata. Aparat tidak hanya memproses tersangka secara hukum, tetapi juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang langkah-langkah pencegahan. Polisi mendorong warga untuk meningkatkan pengamanan kendaraan, melaporkan aktivitas mencurigakan, serta bekerja sama dengan lingkungan sekitar agar risiko kejahatan serupa dapat di minimalkan.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat tentang risiko kriminalitas di jalanan, khususnya di wilayah yang ramai dengan kendaraan parkir. Polisi menekankan pentingnya kewaspadaan warga, terutama ketika meninggalkan kendaraan di luar rumah atau area publik. Sistem pengamanan seperti CCTV, kunci ganda, dan koordinasi warga dengan RT/RW setempat menjadi kunci untuk mencegah tindak pencurian.
Selain itu, aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan tindakan mencurigakan di lingkungan sekitar. Respon cepat dari warga dan kepolisian terbukti efektif dalam membongkar jaringan curanmor bersenjata yang beroperasi lintas wilayah. Keterlibatan komunitas lokal, di tambah kerja sama antar polisi dari berbagai daerah, memperkuat kemampuan penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan.
AKBP Abdul Rahim menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan patroli intensif di wilayah rawan curanmor dan tindak kriminal bersenjata. Langkah ini bertujuan untuk menekan angka kejahatan dan meningkatkan rasa aman masyarakat. “Kami juga menekankan penggunaan teknologi seperti CCTV dan GPS pada kendaraan sebagai langkah preventif,” ujar Abdul Rahim.
Kasus ini menjadi contoh penting bagaimana koordinasi, kecepatan tanggap, dan pengumpulan bukti yang sistematis dapat menghentikan aksi kriminal yang membahayakan warga. Dengan penegakan hukum yang tegas dan berbasis bukti, di harapkan pelaku lain akan jera dan tidak mengulangi aksi serupa.
Upaya pencegahan juga melibatkan edukasi publik mengenai risiko kejahatan dan cara melindungi diri. Polisi mengimbau warga untuk selalu waspada, memperhatikan lingkungan sekitar, dan tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan. Dengan kesadaran masyarakat yang tinggi dan patroli rutin dari aparat, peluang terjadinya kejahatan dapat di tekan secara signifikan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap kinerja Polisi.
